Varian virus Corona terbaru omicron b.1.1.529
Virus Corona varian baru B.1.1.529 disebut omicron.
Varian baru covid-19 di indentifikasi pertama kali di Afrika Selatan,yang kini juga terdeteksi di Asia dan Eropa.
"Pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri di luar negara-negara yang masuk (list) menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari,"ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan.
Diduga varian baru covid-19 (omicron) lebih cepat menyebar.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Jumat mengklasifikasikan varian B.1.1.529, atau Omicron, sebagai "variant of concern" SARS-CoV-2, dengan mengatakan itu dapat menyebar lebih cepat daripada bentuk virus corona lainnya.
Hingga kini, para ilmuwan masih terus melakukan penelitian dan belum bisa menjelaskan dengan detail apakah varian ini lebih menular dan mampu mengurangi efikasi vaksin Covid-19 yang sudah ada.
Salah satu yang memicu kekhawatiran para ahli adalah varian Omicron memiliki jumlah mutasi yang sangat tinggi, melebihi 30 sel kunci protein spike.
Jumlah mutasi itu tidak biasa jika dibandingkan dengan varian Covid-19 lainnya selama ini.
Dilansir dari new York post:
Dokter Afrika Selatan yang pertama kali membunyikan alarm pada varian Omicron dari virus corona mengatakan bahwa gejalanya "tidak biasa tetapi ringan" pada pasien yang sehat - tetapi dia khawatir jenis itu dapat menyebabkan komplikasi pada orang tua dan tidak divaksinasi.
Angelique Coetzee, seorang dokter praktik selama 30 tahun yang mengepalai South African Medical Association (SAMA), mengatakan dia yakin telah menemukan jenis virus baru setelah pasien COVID-19 di praktik pribadinya di Pretoria menunjukkan gejala aneh.
Pendapat @ProfesorZubairi di Twitter
Kita jangan jemawa hadapi Omicron. Ingat penilaian media barat? Penanganan Indonesia terburuk dan baru normal 10 tahun lagi. Itu kata Bloomberg. Lalu, kita bangkit dan membuktikan. Saat ini? Kita cukup baik dan negara asal media ini pun jauh dari baik. Maka itu, jangan jemawa.
— Zubairi Djoerban (@ProfesorZubairi) November 27, 2021
Langkah mitigasi mutlak dilakukan untuk hindari pengulangan Delta. Apalagi Omicron (B.1.1.529) ini seperti “fitur terbaik” dari Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. Di sisi lain, kita harus terima kasih kepada ilmuwan di Afrika Selatan yang transparan dan cekatan ungkap Omicron ini.
— Zubairi Djoerban (@ProfesorZubairi) November 27, 2021